Memaknai Idul Adha : Menghidangkan Daging Qurban dengan Kualitas Terbaik

Daging merupakan makanan yang kaya akan protein, mineral, vitamin, lemak serta zat yang lain yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Setiap momen hari raya Idul Adha, umat Islam menyembelih hewan qurban dan membagi-bagikan dagingnya untuk dikonsumsi bersama-sama dengan keluarga, kerabat, dan handai taulan. Dalam banyak situasi, daging tidak habis dalam waktu sehari sehingga akan disimpan untuk jangka waktu lama.

Pembekuan adalah metode yang paling sering digunakan untuk memperpanjang masa simpan daging. Meskipun demikian, penyimpanan beku ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan fisik dan kimia daging. terutama pada saat penanganan daging beku ketika akan diolah lebih lanjut, yaitu selama proses penyegaran kembali (thawing). read more

Listeria monocytogenes: Agen Food-Borne yang Perlu Diwaspadai

Kita tentu telah mendengar adanya outbreak Listeria di Australia pada awal Maret 2018 dengan 13 orang korban dan 4 korban meninggal dunia yang diakibatkan oleh adanya kontaminasi pada melon kuning (rockmelon) (Anonim, 2018a). Outbreak Listeria terbesar saat ini terjadi di Afrika Selatan dengan korban jiwa 183 orang dan hampir 1000 kasus dilaporkan sejak Januari 2017 hingga Maret 2018. Penyebab dari outbreak ini diperkirakan adalah produk daging menyerupai sosis yang dikenal sebagai polony hasil produksi dari Tiger’s Enterprise Food. Selain itu, investigasi juga dilakukan di pabrik RCL Foods yang membuat produk serupa (Anonim, 2018b). read more

Mari Mengenal Foodborne Illness Karena Staphylococcus

  • Apa itu Foodborne Illness ?

Foodborne illness adalah gangguan kesehatan/sakit karena mengkonsumsi pangan yang telah terkontaminasi mikroba patogen/kuman atau bahan kimia berbahaya. Salah satu mikroba patogen yang umumnya sering menyebabkan keracunan makan ialah Staphylococcus. Staphylococcus merupakan bakteri yang biasanya terdapat diberbagai bagian tubuh manusia, seperti hidung, tenggorokan dan kulit, sehingga mudah memasuki makanan. Bakteri ini dapat menyebar terutama dari pengolah makanan yang terinfeksi Staphylococcus pada kulitnya. Selain itu, peralatan pengolahan makanan juga dapat menjadi sumber kontaminasi. Hampir setiap jenis makanan dapat terkontaminasi bakteri ini, terutama pada salad, produk susu, kue krim, dan makanan yang disimpan pada suhu ruang. Keracunan makanan yang disebabkan oleh Staphylococcus disebut staphylococcal. read more

Enterohemorrhagic E. coli (EHEC) Sebagai Agen Foodborne Disease

Daging, susu dan telur merupakan bahan pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai sumber protein hewani. Pangan asal hewan tersebut dan hasil olahannya, umumnya merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan protein, asam amino, lemak, laktosa, mineral dan vitamin tinggi (SUPARDI dan SUKAMTO, 1999). Dengan kandungan gizi yang tinggi tersebut, maka pangan asal hewan merupakan media yang sangat baik bagi pertumbuhan berbagai macam cemaran biologis. Salah satu bakteri yang sering mencemari bahan pangan asal hewan adalah Escherchia coli. read more

Salmonella Pada Telur

Foodborne disease merupakan penyakit pada manusia yang disebabkan oleh bakteri yang berasal dari makanan. Banyak kejadian penyakit pada manusia yang disebabkan karena mengonsumsi makanan yang tercemar bakteri pathogen seperti Salmonella sp. Salmonella yang menyebabkan salmonellosis pada manusia diataranya Salmonella enteritidis. Sumber penularan infeksi pada manusia adalah telur, produk telur, daging unggas. Selain itu juga terdapat pada daging babi, daging sapi, dan produkya. Salmonella enteritidis ditularkan dari induk ke telur secara transovarial sehingga bakteri tersebut dapat ditemukan pada isi telur dengan kondisi kerabang telur yang utuh. Untuk itu, memerlukan perhatian dalam memilih dan mengonsumsi telur yang tepat. Terlebih telur mempunyai peranan yang cukup penting dalam memenuhi kebutuhan gizi protein hewani dan harga telur yang relative terjangkau serta dapat dikonsumsi pada segala umur. read more

Campylobacter jejuni sebagai Agen Penyakit Tular Makanan

Keamanan pangan merupakan hal penting yang harus diperhatikan para konsumen dalam memilih bahan pangan. Bahan pangan khususnya yang berasal dari hewan harus memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Bahan pangan asal hewan yang tercemar oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit) dan zat kimia berbahaya dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. Penyakit tular makanan dapat ditularkan melalui makanan yang tercemar tersebut. Kerugian yang ditimbulkan dari berkembangnya penyakit tular makanan tidak hanya pada aspek kesehatan melainkan juga pada aspek sosial ekonomi. Di Indonesia, penyakit tular makanan yang sering terjadi antara lain diare, diare berdarah, dan tipus yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Produk segar biasanya menjadi sumber yang mudah tercemar oleh berbagai macam mikroorganisme patogen. Produk segar dapat tercemar pada setiap perjalanan rantai makanan mulai dari ladang atau peternakan, selama pemrosesan awal, dan saat persiapan akhir di dapur. Salah satu bakteri yang berperan sebagai agen penyakit tular makanan tersebut adalah Campylobacter jejuni. read more

ANTIBIOTIK? SECUKUPNYA SAJA

Penggunaan antibiotik untuk pengobatan penyakit saat ini seperti menjadi keharusan, bahkan untuk pengobatan penyakit yang tidak membutuhkan antibiotik dengan alasan kurang mantap.  Ditilik dari arti kata ‘antibiotik’ oleh Selman Waksman (1973), penemu Streptomycin (jenis antibiotik), hanya menggambarkan mengenai penggunaan, efek laboratoris, atau aktivitas dari komponen kemikalia tanpa pemisahan golongan berdasarkan komposisi atau fungsi naturalnya, hanya sebatas penggunaan saja. Menurut Julian dan Dorothy Davies (2010), terminologi ‘antibiotik’ digunakan untuk menggambarkan berbagai kelas molekul organik yang menghambat atau membunuh mikroba melalui interaksi spesifik dengan target bakteri, tanpa mempertimbangkan sumber atau jenis penghasilnya. Sehingga antibiotik sintetis (bukan merupakan produk natural mikroorganisme) seperti Fluoroquinolones, Sulfonamides dan Trimethoprim juga disebut antibiotik. read more

CARA MENGHADAPI LEBARAN (2) CARA MENYIMPAN DAGING SEGAR

CARA MENGHADAPI LEBARAN (2)

CARA MENYIMPAN DAGING SEGAR

Oleh : Prof. Dr. drh. Bambang Sumiarto, SU., M.Sc

Pasar daging, depot daging dan supermarket beberapa hari setelah lebaran biasanya masih tutup. Para pedagang biasanya masih enggan berjualan karena liburan lebaran atau sebagian pedagang masih mudik. Berkurangnya penjual mengakibatkan harga bahan makanan asal hewan akan menjadi lebih mahal setelah lebaran daripada sebelum lebaran. Menyimpan bahan makanan asal hewan, yakni daging, merupakan pilihan ibu – ibu untuk mensiasati sulit dan mahalnya daging setelah lebaran.

Dianjurkan daging yang disimpan adalah daging bermutu baik, sehingga masa simpannya dapat panjang. Daging bermutu baik adalah daging yang berasal dari hewan sehat yang dipotong secara bersih (higienis) dan baik. Lulus pemeriksaan sebelum dan setelah pemotongan. Daging yang lulus dari pemeriksaan akan dibubuhi stempel. Daging bermutu baik sangat berguna untuk kesehatan manusia yang memakannya. Sebaliknya, daging yang bermutu jelek adalah daging yang berasal dari hewan sakit, daging yang berasal dari hewan sehat tetapi ditangani dengan tidak higienis dan baik, serta tidak diperiksa oleh pemeriksa daging. Daging bermutu jelek berwarna gelap, kotor dan bau. Daging gelap, kotor dan bau merupakan indikasi bahwa daging mengandung kuman-kuman yang dapat menganggu atau membahayakan kesehatan manusia. read more